Senin, 31 Oktober 2016

anak sholeh harapan bangsa


Anak Sholeh Harapan Bangsa


Puji syukur semoga selalu terlimpah ruahkan bagi Sang Pencipta alam semesta, yang telah menganugerahkan kepada kita rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga kita semua mampu untuk terus-menerus menghidupkan semua perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

Wahai Dzat Yang Maha Pengasih kasihilah kami ...
Wahai Dzat yang kasihnya tak pernah pilih kasih...
Sayangnya tak kenal sayang ...
Tunjukanlah kepada kami jalan untuk lebih dekat dengan-Mu

Untaian sholawat dan salam senantiasa kita sampaikan kepada sang pembawa risalah agung, pemimpin umat manusia, seorang Rasul yang amat belas kasih, Rasul yang menginginkan keselamatan bagi kita, Rasul yang akhlaknya adalah Al-quran. Beliaulah kanjeng Nabi Muhammad SAW yang diutus oleh Allah menjadi rahmat bagi seluruh alam, juga kepada keluarga dan sahabat beliau yang selalu berpegang teguh pada sunnah baginda Muhammad SAW.

Ayyuhal muslimun rahimakumullah...

Ungkapan syukur alhamdulillah itulah yang kini dapat kita ucapkan setelah kita dijadikan muslim oleh Allah. Agama yang paling diridloi disisi Allah, agama yang dibawa oleh seorang utusan pilihan, agama yang universal, agama yang mencakup segala hal. Agama islam mengajarkan banyak hal yang dahulu kita tidak banyak tahu tentang hal tersebut. Maka sebagai seorang yang beragama islam kita memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga keutuhan dan kemurnian ajaran islam.

Ayyuhal muslimun rahimakumullah...

Dalam kehidupan kita akhir-akhir ini, banyak kita jumpai dimasyarakat, anak-anak muslim sedikit demi sedikit mulai meninggalkan ajaran islam yang telah dibawa oleh Rasul. Di saat-saat seperti sekarang ini, anak-anak kita lebih suka kepada budaya-budaya yang merusak yang jelas menentang ajaran islam. Di era globalisasi ini pemuda dan pemudi Islam sudah mulai enggan untuk mengkaji agamanya yang telah diajarkan oleh para leluhur mereka. Di Zaman ini tontonan bagi mereka adalah tuntunan dan sebaliknya tuntunan hanya menjadi tontonan semata. Naudzubillah...

Di zaman ini putra-putri kita mulai jauh dari agama, jauh dari para ulama, jauh dari majlis-majlis kebaikan, jauh untuk mendengar hadist-hadist Rasul, jauh untuk mengaji al quran, jauh untuk memenuhi dan meramaikan masjid, bahkan diantara anak-anak kita ada yang tidak mengerti ajaran islam itu sendiri, dan inilah yang sedang terjadi saudara. Sedih...sedih...rasanya sebagai sesama muslim melihat fenomena yang seperti demikian ini. Mari kita telaah kembali ajaran islam dalam mendidik anak-anak kita agar menjadi anak sholeh yang dapat diharapkan oleh agama, bangsa dan negara.

Ayyuhal muslimun rahimakumullah...

Dalam islam, anak adalah titipan dari Allah kepada kedua orang tua. Anak adalah amanat Allah yang harus kita jaga dan didik dengan sebaik-baiknya, dan amanat tersebut akan kita pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak. Baik dan buruknya anak bergantung dari bagaimana kedua orang tua mendidiknya. Dan kita harus tahu bahwa mendidik anak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak semua orang yang berbudi baik mampu mendidik anak-anaknya dengan baik pula. Anak bisa saja menjadi batu sandungan dalam dakwah orang tua, bisa juga menjadi penghalang perbuatan taat orang tua kepada agama. Anak juga bisa menjadi musuh bagi kedua orang tuanya. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah didalam Al-quran surat At-Taghabun ayat 14-15 (yang artinya):

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan(bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Jadi, dalam mendidik mereka harus dengan sabar dan penuh kasih sayang.